Review: Husin, Mon dan Jin Pakai Toncit
Saya memang belum menonton semua filmnya si Mamat Khalid, tapi sejak dicekoki “Zombie Kampung Pisang”, “Hantu Kak Limah Balik
Saya memang belum menonton semua filmnya si Mamat Khalid, tapi sejak dicekoki “Zombie Kampung Pisang”, “Hantu Kak Limah Balik
Saya bukan salah-satu orang yang mem-follow @radityadika alias followers-nya, dan bukan juga pembaca buku-bukunya, jadi bisa dibilang jauh dari
“Selamatkan Indonesia dengan tawa!”, tidak saja jadi tagline “Finding Srimulat” semata, tapi juga semacam misi mulia yang diemban film
Studio GTH, dikenal konsisten memproduksi film-film Thailand berkualitas dan menghibur, itu bisa dilihat dari deretan filmography-nya yang tidak saja
Poppy (Nurul Arifin) yang sedang patah hati, berlinang air mata sambil memainkan piano, dengan latar belakang suara guntur dan
“Sapa suru datang Jakarta… sapa suru datang Jakarta”, kalau saja Etty (Fitri Tropica) tidak tergiur bekerja di Jakarta dan
Sebuah lagu tidak saja jadi bahan pemacu mood untuk lebih gembira, mengingatkan lagi rasa manis dari kenangan berbungkus masa
Zombie berlari? ah biasa! “28 Days Later” (2002) dan “Dawn of the Dead” (2004) sudah pernah menyuruh zombie-zombie yang
Ketika sebuah film memiliki karakter yang salah-satu matanya selalu tertempel bola baseball, ini isyarat buat saya untuk segera mengeluarkan
Dilihat dari judulnya, tak pernah terpikirkan sebelumnya jika film ini bakal gila, well walau sama-sama film Jepang, jangan dulu
Ceritanya gitu doang?—iyah, emang! “Demi Ucok” memang hanya bercerita tentang pergulatan Ibu versus anak perempuannya demi mencapai apa yang
Dulu, ketika masih bocah ingusan saya suka sekali menutup mata, sambil berharap saya bisa menjadi ksatria baja hitam atau
“Apaan sih?”, itu ungkapan kali pertama saya melihat trailer “Mama Cake”, sebuah film yang bercerita tentang kue bernama brownies,
“Apa adanya kamu, sudah melengkapi hidupku.”, sebuah kutipan kalimat yang diucapkan Rahmat (Reza Rahadian) kepada Tata (Acha Septriasa), ketika
Sebagai momok yang menakutkan pada era perang dunia ke-2, Nazi-Jerman sudah sukses menyeret dunia ke dalam mimpi buruk paling
Judulnya emang rada ke-FTV-FTV-an, nga perlu skeptis dulu, karena “Cinta di Saku Celana” (CDSC) masih bisa dikatakan layak ditonton