Horrortherapy: 10 Film Pendek Horor Terngehe #6

written by Rangga Adithia on November 1, 2015 in CinemaTherapy and Features and Horror with 5 comments

Wah nga terasa ternyata udah delapan bulan sejak gw terakhir publish postingan HORRORTHERAPY bagian ke-5, pengennya sih gw tiap bulan bisa ngerilis daftar sepuluh film pendek horor terngehe, tapi bukanlah perkara yang mudah dapetin film yang benar-benar sesuai untuk dimasukan ke playlist HORRORTHERAPY. Itu sebetulnya alasan kesekian, giliran punya waktu untuk ngubek-ngubek internet, kadang mood-nya nga ngedukung—bilang aja males—sebaliknya, pas lagi punya mood bagus, eh malah waktunya yang nga ada. Hmm kebiasaan gw malah curhat, well di HORRORTHERAPY kali ini gw banyak masukin film-film horor yang boleh dibilang minim penampakan, film horor yang ngebangun horornya ikut dibantu oleh imajinasi penontonnya, tahu bagaimana memancing otak gw untuk ciptakan rasa cekam, ketakutan dan bentuk penampakannya di kepala gw sendiri sebelum penampakan yang sebenarnya dimunculkan (yang terkadang tidak diperlihatkan dengan jelas). Sayangnya film horor kayak begini emang mulai langka, film horor sekarang kebanyakan bergantung pada jump scare, bikin kaget doang tapi justru kehilangan esensi horornya, ujung-ujungnya malah mabok jump scare.

Gw bukannya nga suka jump scare, hanya benci film-film horor yang malas, pakai cara instan sekedar untuk bisa bikin penonton teriak histeris. Padahal jump scare bisa terlihat tidak murahan apabila diperlakukan dengan trik yang benar, contoh James Wan yang selalu memanfaatkan jump scare bukan saja untuk mengejutkan tapi juga mendatangkan rasa cekam. “The Babadook”, tanpa banyak penampakan tetapi tetap menakutkan, karena Jennifer Kent ngebiarin gw untuk menciptakan imajinasi menakutkan di kepala gw sendiri, ditambah permainan psikologis yang membuat “The Babadook” semakin horor dalam artian yang sesungguhnya. ‘The Whistler’, ‘No Way Out’ dan ‘The Thing In The Apartment’ adalah bukti jika horor mampu menakuti walau setan, dedemit dan monsternya dikasih lihat hanya dikit doang, karena kemudian imajinasi kita dipaksa untuk bermain seliar-liarnya dan berkreasi sengeri-ngerinya, ketiga film tersebut hanya sebagai pemicunya. Hmm banyak ngomongnya kapan nontonnya, well selamat menikmati bagian ke-6 dari HORRORTHERAPY, jangan lupa klik tuh gambarnya kalau lo mao nonton.

SkypemareSutradara dan penulis: John Fitzpatrick, Pemain: Cerina Vincent, Annika Marks, Ryan Dillon dan Adam J. Yeend, Durasi: 8 menit.

Apa jadinya jika kita sedang asyik skype-an sama sahabat, tahu-tahu berubah jadi horor ketika nyawa sahabat kita sendiri terancam, dan kita hanya bisa menonton dari layar komputer. Skypemare punya ide yang menarik dimana sebuah lelucon justru malah berbalik menakutkan, didukung cast yang mampu tampilkan akting meyakinkan dan diesekusi dengan baik oleh John Fitzpatrick. Happy Halloween!

Night SwimSutradara: Rod Blackhurst, Bryce James McGuire, Penulis: Bryce James McGuire, Pemain: Megalyn Echikunwoke, Durasi: 4 menit.

Entah sudah berapa film horor yang menampilkan sebuah adegan cewek sedang berenang, termasuk “Jelangkung” (2001). Night Swim sekali lagi memanfaatkan lokasi kolam dan cewek yang panik untuk memancing suasana mencekam. Trik-triknya efektif walaupun tak bisa dibilang baru dan gw suka penambahan alunan musik yang justru tak terkesan horor. Oh penampakan kucingnya juga lucu!

No Way OutSutradara: Kristoffer Aaron Morgan, Penulis: Eric Vespe, Kristoffer Aaron Morgan, Pemain: AJ Bowen, Durasi: 9 menit.

Film pendek yang satu ini nga cuma ngasih tontonan disturbing, tapi juga seperti yang gw singgung di paragraf pembuka, film horor yang tahu sekali caranya ajak penontonnya untuk berimajinasi. Makhluk-makhluknya ditongolin sedikit hanya untuk memancing ketegangan sekaligus rasa penasaran. Bagaimana No Way Out mengesekusi idenya benar-benar mengaburkan antara realita dan khayalan.

Can I Call YouSutradara: Edward Lyons, Penulis: Edward Lyons, Mike Brana, Pemain: Abby Coleman, Damon Herriman, Durasi: 10 menit.

Kencan berujung malapetaka mungkin kalimat yang tepat untuk menyimpulkan Can I Call You. Ketika sakit hati dikonversikan menjadi dendam, dan dendam jadi bikin seseorang gelap mata dan berbuat nekat. Premisnya mungkin biasa-biasa saja, tetapi Edward Lyons memberikan kejutan manis yang tak disangka-sangka, sekaligus menyajikan film horor dengan esekusi yang mengasikkan. Ngehe!

DownstairsSutradara: Lee Boxleitner, Penulis: Lee Boxleitner, Sam Boxleitner, Pemain: Lee Boxleitner, Sam Boxleitner, Phoebe Neidhardt, Durasi: 18 menit.

Terjebak di ruang bawah tanah sendirian mungkin akan terlihat tak menakutkan bagi sebagian orang, tapi bagaimana kalau ruangan tersebut gelap dan ternyata dihuni oleh sekumpulan arwah penasaran. Gw sebelumnya memasukkan filmnya Lee Boxleitner yang berjudul Daddy di HORRORTHERAPY, dan sekarang lewat Downstairs dia kembali menyajikan tontonan horor yang menyenangkan!

Dring of the DeadSutradara dan penulis: Mathieu Auvray, Gael Pouvreau, Pemain: Benjamin Cohen Boulakia, Diane Duquesne, Durasi: 5 menit.

Akhirnya ada film zombie lagi setelah sempat absen di HORRORTHERAPY empat dan lima! Dring of the Dead benar-benar tahu bagaimana memanfaatkan setting-nya yang minimalis, berlokasi hanya di sebuah telepon umum, untuk kemudian menghadirkan sajian horor yang mengerikan sekaligus terasa lucu. Ide terjebak dengan zombie perempuan dan hanya bersenjatakan nada tunggu. Ngehe!

NadiaSutradara: Muzzamer Rahman, Pemain: Beto Kusyairy, Azhan Rani, Sara Ali, Jay Izwazir, Zaidi Omar, Durasi: 18 menit.

Film pendek horor bukan hanya milik bule, di luar sana juga banyak film berasal dari negeri Asia yang sebetulnya bagus-bagus, salah-satunya adalah Nadia. Sejak awal film arahan Muzzamer Rahman ini tidak hanya berhasil membuat penonton terkepung rasa penasaran tapi juga hafal betul caranya menghadirkan atmosfer yang mencekam. Didukung adegan-adegan penampakan yang serba tak berlebih-lebihan, film pendek asal Malaysia ini cocok untuk masuk HORRORTHERAPY.

The WhistlerSutradara: Bryce James McGuire, Penulis: Bryce James McGuire, Pemain: Kate Cobb, Josh Schell, Durasi: 7 menit.

Buat orang yang suka film horor dengan banyak penampakan, mungkin horor ini akan terlihat membosankan, tapi buat gw The Whistler nga hanya mampu nakut-nakutin dengan segala keanehan yang dimunculkan perlahan, tapi juga memiliki bangunan ketegangan dan atmosfer cekam yang efektif. Pada akhirnya sebelum wujud menyeramkan ditampilkan, gw udah takut duluan sama film ini.

The Thing in The ApartmentSutradara dan penulis: John William Ross, Pemain: Melia Renee, Carly Jones, Ryan Allan Young, Durasi: 11 menit.

Akan selalu ada karakter yang nga percaya dan bodoh untuk tetap masuk dalam rumah, padahal udah dibilangin ada “sesuatu”, karena memang aturannya sudah begitu dari sononya. The Thing in The Apartment bukan saja bisa menghadirkan sosok makhluk yang menyeramkan tapi juga mampu melepas ketidaknyamanan, lewat caranya membangun rasa mencekam dan jump scare yang juga efektif.

Killer KartSutradara dan penulis: James Feeney, Pemain: Christine Alicia Rodriguez, Ray Bouchard, Elly Schaefer, Britt Michael Gordon, Durasi: 15 menit.

Kalo ban aja diceritakan bisa ngebunuh orang di Rubber, kenapa nga sekalian ada film tentang kereta belanja yang makan orang. Untuk film yang punya judul Killer Kart, gw tentu saja nga akan mengharapkan sesuatu yang kagak serius, buanglah jauh-jauh logika untuk bisa menikmati kekonyolan kegilaan dan pembantaian di film arahan James Feeney ini. Seru kayaknya klo ada versi film panjang.

>>> cek seri ‘Horrortherapy’ sebelumnya disini! <<<

Thanks! Silahkan baca review/artikel lainnya:

Review - Deathgasm (...
Review - Bone Tomaha...
Review - Ada Apa Den...
Review - Before I Wa...