Review – Highland Tower (2013)

written by Rangga Adithia on February 27, 2015 in Asian Film and CinemaTherapy and Horror with 3 comments

Walaupun ide dan konsep “berburu hantu di tempat yang sudah dikenal angker” terbilang sudah usang dan sering dipakai di berbagai film horor, tapi setidaknya “Highland Tower” masih sanggup menyodorkan sesuatu yang menarik nantinya. Well, film yang disutradarai Pierre Andre ini bakal mengajak kita berburu hantu di ‘Highland Towers’, bangunan kondominium tak berpenghuni dan terbengkalai dengan sejarah tragisnya dua dekade lalu. Hunian mewah terdiri dari tiga blok di daerah Selangor, Malaysia ini jadi sorotan seluruh dunia ketika pada tahun 1993 salah-satu bangunannya runtuh dan mengakibatkan hampir 50 nyawa melayang. Sisa dua bangunan ‘Highland Towers’ memang masih berdiri tegak sampai saat ini, tapi dibiarkan jadi bangunan kosong tak terurus dan menyatu dengan hutan disekitarnya. Berpuluh tahun tak dihuni orang apalagi dengan kenyataan pernah ada 50 orang kehilangan nyawanya di “Highland Towers”, wajar jika cerita-cerita horor kemudian bergentayangan mampir ke telinga orang-orang, dari kesaksian betulan sampai cerita penampakan hasil karangan yang dibuat-buat.

Nah, untuk membuktikan cerita-cerita horor yang berasal dari Highland Towers tersebut, sekelompok pembuat film sekaligus pemburu hantu berencana untuk membuat sebuah dokumenter mengenai keangkeran Highland Towers. Dengan persiapan yang matang dan peralatan yang lengkap, proyek perburuan aktivitas paranormal ini pun berharap dapat menangkap bukti-bukti kemunculan dedemit lewat kamera. Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya kejadian demi kejadian aneh bermunculan di bangunan yang temboknya dipenuhi coretan itu, termasuk gambar-gambar perempuan berwajah seram dan simbol yang tampaknya seperti bekas pemujaan. Dari bebunyian keras seperti ada yang terjatuh hingga nantinya ada bayangan hitam yang terekam di kamera, Highland Towers ternyata benar-benar menyambut para kru dokumenter ini dengan keangkerannya. Walau ada “peringatan”, para kru terus bergerak merekam setiap sudut bangunan, mencari keberadaan penunggu Highland Towers tanpa menghiraukan resikonya.

Dibungkus dengan format found footage, apa yang ditawarkan “Highland Tower” memang bukanlah sesuatu yang baru, begitupula dengan premisnya yang fokus pada perburuan hantu di tempat angker tersebut. Tapi setidaknya Pierre Andre tahu bagaimana membuat kita takut dengan cara yang tidak murahan, trik yang dipakai film ini terbilang bekerja dengan baik dalam urusan menakuti penonton. Tanpa ingin terlihat banyak basa-basi, nantinya kita memang langsung “dipaksa” untuk ikut rombongan kru dokumenter ke bangunan tinggi menjulang yang dari luar saja sudah tampak menyeramkan. Benar saja, begitu tiba di dalam, ruangan gelap nan kosong yang hanya diterangi sumber cahaya ala kadarnya dari lampu kamera langsung membuat saya bergidik, pertanda ada sesuatu memperhatikan kita dari balik bayang-bayang bangunan. Film ini tahu bagaimana menggerakkan kameranya ke tempat yang berpotensi menjadi sarang makhluk halus, kita pun hanya bisa nurut dan pasrah kemana kamera-kamera ini menuntun kita. Found footage tak hanya dijadikan gimmick belaka, tapi format yang sering dipakai oleh Pierre di film-film horornya, seperti “Seru” dan “Cerita Hantu Malaysia”, benar-benar dimanfaatkan untuk membuat penontonnya takut.

Peran kamera nantinya tak saja merekam semua kejadian, tapi punya andil yang begitu penting dalam menciptakan atmosfer dan suasana mencekam. Gerak dan penempatan kamera diperhatikan betul oleh Pierre Andre, agar nantinya segala macam penampakan seakan tertangkap spontan oleh kamera dan aneka kejutan yang dipersiapkan juga tidak meleset dalam tugasnya untuk menakuti penonton. Paruh awal “Highland Tower” bisa dibilang sesuai dengan harapan saya, film ini bisa menakuti dengan kesederhanaan dan penampakannya yang jarang, sayang kadar seram kian berkurang di paruh selanjutnya. Durasi semakin habis film ini justru kehilangan sisi menyenangkannya dalam menakuti, terjebak dengan skrip yang mulai mengada-ngada. Ada beberapa momen menarik, tapi daya tarik film ini makin habis ketika mendekati ujung durasinya yang hanya 85 menit tersebut. “Highland Tower” seolah kehilangan arahnya ketika memasuki paruh akhir, dan konklusinya pun tak meninggalkan kesan apa-apa. Potensinya yang menjanjikan langsung terlihat sejak awal, Pierre Andre menyodorkan sebuah horor yang bisa dibilang mengasyikkan, tapi kemudian menjelma jadi horor yang membosankan sampai akhirnya saya keluar dari Highland Towers dengan hati kurang puas.

Thanks! Silahkan baca review/artikel lainnya:

Review - A Copy of M...
Tujuh Film Horor Fav...
Review - Warkop DKI ...
Review - Dukun Linta...