Review: Ambilkan Bulan

written by Rangga Adithia on June 29, 2012 in Asian Film and CinemaTherapy and Film Indonesia and Musical with no comments

Dulu, ketika nama “Trio Kwek Kwek” masih menghiasi layar televisi cembung, dan segelintir penyanyi cilik (yang sekarang sudah tidak cilik lagi) macam Joshua, Agnes Monica, Tina Toon, Maissy dan Tasya silih berganti muncul di acara musik anak-anak seperti: Video Anak Anteve (VAN) dan Tralala-Trilili. Anak-anak Indonesia bisa tersenyum lebar dan bolehlah bahagia kala itu, karena masih disuguhi acara-acara yang memang pantas dikonsumsi oleh mereka, serta disodori lagu-lagu yang tentu saja “layak” diperdengarkan oleh kuping-kuping seumuran mereka. Beda dulu, beda pula sekarang, ketika banyak “mantan” penyanyi cilik yang sudah berganti haluan tak lagi menyanyikan lagu anak-anak karena sudah tak pantas di umur mereka, ada yang masih bernyanyi, ada yang memilih berakting, ada juga yang tak terdengar lagi kabarnya, sayangnya tongkat estafet “penyanyi cilik” itu pun tak lagi diwariskan ke generasi berikutnya. Permasalahannya, sekarang televisi pun “menganak-tirikan” acara untuk anak-anak, era penyanyi cilik sudah “punah” dan anak-anak lebih tahu lagu cinta orang dewasa ketimbang “Balonku”. Jangankan acara musik anak, kartun pun sekarang harus rela tersingkir, jam tayang berkurang “mengalah” kepada yang lebih tinggi rating-nya. Dulu saya rela bangun pagi (sampai lupa menggosok gigi) di hari minggu hanya untuk nongkrong depan televisi, karena antrian film kartun yang sudah menunggu untuk ditonton. Sekarang, ganti channel sana-sini yang ada hanya acara musik “jemur-jemur pakaian”, kasihan anak-anak kecil jaman sekarang.

Ifa Isfansyah, mungkin juga jenuh dengan kondisi yang saya sebutkan diatas tadi, anak-anak Indonesia butuh hiburan dan diajak main, mereka tak butuh acara bakat-bakatan dengan dalih mencari penyanyi cilik baru, yang tetap berisi lagu-lagu cinta orang dewasa, hasilnya nol besar! hanya numpang lewat untuk mengeruk duit dari sms. “Ambilkan Bulan” adalah salah-satu cara dari seorang Ifa Isfansyah—bersama dengan Mizan Productions dan Falcon Pictures—untuk mengingatkan pada kita dan anak-anak, jika Indonesia punya lagu anak-anak yang istimewa, termasuk lagu-lagu ciptaan A.T. Mahmud, yang kemudian menginspirasi film ini. “Ambilkan Bulan” tak hanya sekedar pengingat tapi juga memberikan “ruang” bagi anak-anak untuk main dan berimajinasi, film ini mengajak mereka untuk menjadi anak-anak. Mendapatkan acungan jempol untuk “Sang Penari”, karena sudah membuat film tentang cinta yang lain daripada yang lain, bukan berarti Ifa tak tahu bagaimana membuat film anak-anak yang jempolan juga. Modalnya menyutradarai “Garuda di Dadaku” dan menulis skrip untuk “Rindu Purnama”, saya rasa sudah cukup untuk kemudian memberi dia kesempatan kedua membesut film anak-anak, dan Ifa terbukti tak menyia-nyiakan sebuah kesempatan yang diberikan kepadanya. Ditulis oleh Jujur Prananto (Ada Apa Dengan Cinta?), saya berani bilang jika “Ambilkan Bulan” adalah film anak terbaik, setelah “Petualangan Sherina”. Kemasannya tak hanya berisi konten yang memang ditujukan untuk anak-anak, tapi film ini juga memiliki jiwa film anak-anak, bagian yang biasanya dilupakan padahal penting, tak cuma kekanak-kanakan saja.

Bercerita tentang Amelia (Lana Nitibaskara), yang juga diambil dari judul lagu karya Pak A.T. Mahmud, gadis cilik berusia 10 tahun ini akhirnya bertemu dengan kakek-nenek yang selama ini tidak pernah ia ketahui keberadaannya. Di desa tempat dulu ayahnya pernah tinggal pun, Amelia juga akhirnya bisa bertemu dengan Ambar (Berlianda Adelianan Naafi), sepupunya yang selama ini hanya bisa saling kontak lewat situs jejaring sosial. Amelia sudah tak sabar melihat langsung tempat-tempat indah yang fotonya pernah Ambar pajang di facebook, sekaligus mencari kupu-kupu kesukaannya. Bersama-sama dengan Ambar dan teman-teman barunya, Amelia tak hanya merasakan serunya liburan tapi juga akan mendapatkan pengalaman “seru” yang berharga. Selain ditemani oleh lagu-lagu lain karya A.T. Mahmud, seperti “Aku Anak Indonesia”, “Libur Telah Tiba”, “Paman Datang”, “Mendaki Gunung”, “Pelangi” dan masih banyak lagi. Film yang dibintangi juga oleh Agus Kuncoro ini juga ciamik dalam menyuguhkan atraksi musikal dengan lagu-lagu yang telah disiapkan, apalagi dengan aransemen yang sedap dikuping, membuat saya tanpa sadar ikut bernyanyi ketika Amelia dan teman-temannya mulai berdendang dan menari. Tak ada kesan norak atau “maksa”, semua nyanyian dan deretan koreografi sederhana yang tampil saling bekerja sama untuk menghibur penonton dengan hati.

Jika musikal adalah nyawa di “Ambilkan Bulan”, maka visual dalam film ini bisa saya artikan sebagai tubuh indah yang membungkus nyawa tersebut. Sangat jarang saya bisa melihat sebuah film anak Indonesia yang dipoles oleh visual efek yang begitu niat. Segala macam imajinasi “liar” yang ada dikepala Amelia, mampu diterjemahkan dengan sangat baik, terwakili oleh visual-visual fantasi yang menggemaskan, manis, lucu dan unik. Dengan mudah sajian visual tersebut tak saja memanjakan mata yang sedang asyik meraba-raba keindahannya, tapi juga mengajak penonton untuk ikut bermain bersama di dunia yang sudah diciptakan oleh Amelia. Sejak opening, film ini sudah membuat saya “betah” dengan gaya berceritanya yang unik, memanfaatkan gambar-gambar layaknya buku cerita anak-anak. “Ambilkan Bulan” pun tak terus-menerus mengumbar sisi kanak-kanak, adakalanya drama yang lebih serius juga dihadirkan, ditambah dengan konflik “sederhana” yang tak kalah menarik. Berjalan beriringan dengan cerita, pesan-pesan kebaikan bisa terlihat ikut mengikuti, tapi Ifa tahu cara terbaik untuk menyampaikannya pesan tersebut. “Ambilkan Bulan” sejak awal adalah film yang menyenangkan, tak ada kesan menggurui, semua pesan yang baik-baik itu mengalir bersama cerita, bersembunyi diantara adegan-adegan yang sedang “bermain”, menunggu untuk dipetik. “Ambilkan Bulan” memberi penonton cilik kesempatan untuk menjadi pintar, mencari sendiri kebaikan dalam film, jadi tak melulu disodorkan di depan mata, biarkan imajinasi itu tumbuh. Didukung oleh akting-akting menawan yang diperlihatkan oleh aktor dan aktris ciliknya, termasuk Lana Nitibaskar sebagai Amelia. “Ambilkan Bulan” adalah film musikal anak-anak yang dengan segala niat baiknya berhasil “mencuri” hati saya.

Thanks! Silahkan baca review/artikel lainnya:

Review - Iblis (2016...
Review - Munafik (20...
Review - Telaga Angk...
Review - Ouija: Orig...