Review: This Means War

written by Rangga Adithia on February 16, 2012 in Action and CinemaTherapy and Comedy and Hollywood and Romance with one Comment

Reese Witherspoon sangat-sangat beruntung di film aksi-komedi-romantis “This Means War”, yang tayang pada 15 Februari di Indonesia, lebih dulu ketimbang rilisnya di Amerika. Reese yang memerankan karakter bernama Lauren Scott, seorang cewek single yang pekerjaannya mengetes produk ini dan itu sebelum nantinya dilempar ke konsumen. Tantangan sekaligus keberuntungannya kali ini tidak datang dari sebuah produk baru, melainkan dua orang cowok yang saling memperebutkannya, dan dua-duanya bisa dibilang sosok cowok dambaan. Bisa dibayangkan nantinya bagaimana Reese harus memilih diantara “pilot” pesawat penjelajah angkasa, USS Enterprise, Kapten Kirk atau musuhnya Batman yang pesakitan, Bane. Bayangkan juga bagaimana serunya tingkah keduanya dalam upaya membuktikan siapa cowo yang lebih baik untuk Reese. Dari judulnya sih, “This Means War” sudah bisa ditebak, ada “perang” di filmnya? Iya tapi perang dalam memperebutkan seorang cewek. Siapa yang menang?

Saya tidak begitu peduli siapa yang menang, FDR (Chris Pine) atau Tuck (Tom Hardy), saya juga tidak peduli pada akhirnya jika Joseph McGinty Nichol atau yang lebih dikenal dengan “McG” ini, mengemas sebuah film komedi-romantis, dengan bumbu aksi yang terlihat begitu bodoh. Menonton “This Means War” ya memang tidak perlu punya ekspektasi apa-apa, kecuali hanya untuk menonton apa yang film ini jual, dalam bentuk Chris Pine dan Tom Hardy, penonton cewek pasti suka paket film ini, beli satu dapat dua. Tidak perlu terlalu serius juga jadi modal utama ketika duduk dan menonton FDR dan Tuck yang menyukai cewek yang sama, ketika mereka berdua kemudian menyembunyikan identitas aslinya sebagai agen paling “canggih” di CIA, pura-pura tidak saling kenal, lalu dengan seenaknya memanfaatkan aset dan fasilitas CIA untuk mendapatkan Lauren.

Ya saya makin tidak peduli dengan apa maunya film ini pada saat cerita berlanjut makin bodoh, apalagi ketika sosok penjahat dengan seenak jidat disembunyikan dulu oleh McG, FDR dan Tuck pun lebih memilih fokus “menangkap” hati Lauren ketimbang susah-susah mencari Heinrich (Til Schweiger) yang jadi target utama operasi CIA, ceritanya begitu. Tapi karena ini film komedi-romantis dengan aksi yang disisakan sedikit, maka sah-sah saja nantinya si Heinrich ini jadi semacam karakter yang “numpang lewat”, muncul ketika diperlukan saja, penjahat yang terpaksa harus rela dibodohi oleh film ini. “This Means War” itu tahu banget mau dibawa kemana filmnya, ke komedi, hmm lucu? ya beberapa kali saya berhasil dibuat tertawa oleh aksi-aksi FDR dan Tuck yang berlomba mendapatkan cewek yang sama, ada satu lagi karakter kocak, yaitu Trish (Chelsea Handler), saudara Lauren yang selalu punya nasehat aneh tentang cinta dan seks. Chelsea aslinya memang komedian, jadi tampaknya dia sudah hafal betul bagaimana membuat kalimat-kalimat lucu yang jitu, lengkap dengan mimiknya yang nyeleneh.

Awalnya saya kira “This Means War” itu film serius, maklum tidak sempat baca sinopsis dan trailer, adegan pembuka filmnya juga agak menipu, kita lebih dulu disodorkan aksi tembak-tembakan ala film-film agen rahasia, dikemas serius dan setelah itu “This Means War” bergulir menjadi sajian begitu “renyah” yang untuk bisa menikmatinya, hanya butuh ketidakseriusan. Tidak perlu memikirkan saat banyak adegan yang dipaksa nyambung atau tidak ada hubungannya sama sekali atau pada saat takaran romantis film ini biasa saja menurut saya. “This Means War” boleh punya dua “jagoan” dengan tampang yang membuat penonton cewek meleleh, tapi ketika Chris Pine dan Tom Hardy “dipaksa” untuk melakukan hal-hal yang berbau rayuan gombal untuk menjerat Lauren, semua terlihat gagal di mata saya, selain memang karena jurus-jurus romantis tersebut agak basi, alias pernah dipamerkan film komedi-romantis lainnya.

Yah, tapi sekali lagi karena saya tidak terlalu serius memikirkan kekurangan film ini dan berusaha dengan tanpa paksaan untuk menikmati “This Means War” apa adanya, hasilnya adalah McG sukses dalam misinya untuk menghibur saya. Film ini punya beberapa momen menarik, ditambah kalimat-kalimat sweet yang cocok untuk di-tweet ketika kita tidak tahu mau menulis apa, biar di-RT, biar eksis juga. “This Means War” tidak saja menyuguhkan komedi dan romansa, seperti yang saya sebutkan di paragraf sebelumnya, ada action juga menyelip diantara aksi-aksi gombal-ria Chris Pine dan Tom Hardy. Adegan-adegan aksi ini ditempatkan memang bukan jadi jualan utama film ini, jadi jangan berharap juga akan banyak adegan baku hantam dan tembak-tembakan, porsi action hanya akan jadi latar belakang, ikut meramaikan ketika film ini mulai terasa membosankan. Bertanya soal akting,  entah itu Chris Pine, Tom Hardy, dan Reese Witherspoon, mereka semua berakting “baik” dalam kapasitas film komedi-romantis. Well, “This Means War” jika diseriusin dan memakai otak, nih film cuma film komedi romantis yg BODOH! Sebaliknya, kalau tidak serius nontonnya, dan menuruti apa maunya si McG, film ini sanggup menghibur, walaupun saya menonton dalam keadaan yah sedikit ngantuk, karena memaksa menonton sehabis pulang kerja.

Thanks! Silahkan baca review/artikel lainnya:

Review - Indonesia K...
Review - Munafik (20...
Review - The Wailing...
Review - Lukisan Ber...