10 Film Indonesia Terbaik di 2011 (Bagian 1)

written by Rangga Adithia on January 2, 2012 in CinemaTherapy and Features and Film Indonesia with 3 comments

10 Film Indonesia Terbaik 2011

Tidak terasa tahun sudah mau berganti lagi, 2011 pun bisa dibilang meninggalkan kesan yang istimewa bagi perfilman Indonesia. Yah, walaupun gempuran film-film horor idiot dan berwajah mesum masih belum reda, tetap bergentayangan di bioskop-bioskop, tahun ini banyak film-film berkualitas yang hadir untuk melawan balik. Hebatnya tidak hanya didominasi satu tema, tapi beragam, dari drama sampai horor, termasuk kehadiran film untuk anak-anak, yang diawali dengan baik oleh “Rindu Purnama”. Ada dua film tentang sepakbola, “Tendangan dari Langit” dan “Garuda di Dadaku”, sebuah pengalaman yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya ketika menonton dua film tersebut, pertandingan sepakbola seperti dipindah ke bioskop, saya seperti berada dalam stadion sesungguhnya, seru dengan teriakan gol. Tahun ini juga ada film tentang Pramuka, “5 Elang”, kembali mengajak saya untuk bernostalgia ke jaman sekolah. Siapa bilang 2011 tidak ada film horor yang dibuat dengan bener, “The Perfect House” jadi hadiah Halloween yang manis. Ada film yang diluar perkiraan tidak seburuk tampilan posternya, “Cewek Saweran” dan ada film yang tidak seepik posternya “Jenglot Pantai Selatan”.

2011 pun semakin berkilau ketika film-film macam “The Mirror Never Lies”, “Catatan Harian Si Boy”, “7 Hati, 7 Cinta, 7 Wanita”, dan terakhir “Sang Penari”, muncul sebagai pembuktian kita bisa membuat film hebat. Sayangnya tahun ini jumlah penonton justru terlihat lesu, jika tahun lalu “Sang Pencerah” masih sanggup mengumpulkan sejuta lebih penonton, dengan sederet film-film keren yang rilis tahun ini, tidak satupun yang mampu mencapai angka tersebut. “Surat Kecil Untuk Tuhan” menjadi yang paling laris ditonton, itu pun hanya sanggup mengumpulkan angka 700-an, posisi runner-up sayangnya lagi dipegang oleh “Arwah Goyang Karawang”, blah! (sumber: filmindonesia.or.id). Senang rasanya bisa lebih dahulu menonton “The Raid” di INAFFF 2011, sebelum rilis secara internasional dan juga nasional tahun depan. Pengalaman menonton yang juga tidak akan saya lupakan, tidak saja karena filmnya awesome, tetapi juga karena saya menontonnya dengan tampilan ala zombie, malu sih tapi cuek aja hahahaha. So, tanpa berbasa-basi lagi berikut adalah film-film Indonesia terbaik yang untungnya masih bisa saya tonton ketika filmnya tayang di bioskop, semoga tahun depan Film Indonesia makin cihuy!

Film Batas

10. Batas | Sutradara: Rudi Soedjarwo | Penulis: Slamet Rahardjo Djarot, Lintang Sugianto | Pemain: Marcella Zalianty, Arifin Putra, Piet Pagau, Jajang C Noer, Ardina Rasti, Otiq Pakis, Norman Akyuwen, Marcell Domits, Alifyandra | 115 menit | Drama | Rilis: 19 Mei 2011

“Batas” bukan soal meributkan perbatasan antara kedua negara, tetapi menunjukkan apa yang terjadi di sebuah desa yang tempatnya hanya beberapa kilo dari garis batas, ketika seseorang yang asing masuk kemudian mencoba mendobrak batasan yang selama ini ada, menekankan keinginannya untuk mengubah kenyataan. Film yang diproduksi Keana Productions punya nilai plus dari sisi performa akting para pemainnya, yang menjadi catatan saya adalah Ardina Rasti, walau porsi kemunculannya tidak banyak, tapi mampu mencuri perhatian sekali. Batas” juga punya kekuatan dalam visualnya, seorang Edi Michael mampu memotret gambar-gambar indah yang tidak hanya memanjakan mata tapi sanggup bercerita lebih, membuat saya sebetulnya tetap ingin berlama-lama di desa dimana Borneo tinggal.

Tanda Tanya

09. Tanda Tanya | Sutradara: Hanung Bramantyo | Penulis: Titien Wattimena | Pemain: Reza Rahadian, Revalina S Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Henky Solaiman, Edmay Solaiman, Glenn Fredly, Baim, David Chalik, Deddy Sutomo | 106 menit | Drama | Rilis: 7 April 2011

Judulnya yang hanya “?” (tanda tanya) sudah ngeyel dari awal, minta diperhatikan, kok bisa-bisanya Mas Hanung kali ini kasih judul film begitu pelit. Judul yang super-pendek tersebut tentu saja menggelitik rasa keingintahuan kita, para calon penonton yang sukses dibuat penasaran pada akhirnya. Filmnya ternyata tidak sepelit judulnya. Simpelnya, seperti halnya jika film “?” ini kemudian ditulis menurut cara pengucapannya berubah lebih panjang menjadi “Tanya Tanda”, film ini juga mampu dijabarkan menjadi sajian cerita yang tentunya lebih panjang, lebih menarik, dan juga ditumpangi oleh berbagai pesan-pesan sederhana yang disampaikan dengan jelas. Tanda Tanya” pun dikemas dengan teknis yang mumpuni, itu juga termasuk pengambilan gambarnya. Yadi Sugandi membuktikan sekali lagi dia memang sinematographer handal yang tidak perlu dipertanyakan lagi ketika berurusan dengan kameranya.

GDD2

08. Garuda di Dadaku 2 | Sutradara: Rudi Soedjarwo | Penulis: Salman Aristo | Pemain: Emir Mahira, Aldo Tansani, Monica Sayangbati, Maudy Koesnaedi, Ramzi, Rio Dewanto, Rendi Krisna | 99 menit | Drama | Rilis: 15 Desember 2011

“Garuda di Dadaku 2” adalah film yang menyenangkan dari awal kick-off sampai peluit panjang berbunyi, bertabur drama yang seru, entah itu di dalam lapangan ataupun di luar lapangan ketika kehidupan yang sebenarnya “menyerang” Bayu dari segala sisi. Segala taktik jitu untuk membuat film ini menghibur pun makin kuat ketika ditopang oleh permainan asyik aktor dan aktrisnya. Lihat saja performa Rio Dewanto yang terus menghentak memberi semangat tim-nya, sekaligus membuat penonton ikut bersemangat, ada chemistry yang manis juga antara Emir Mahira dan Monica Sayangbati. “Garuda di Dadaku 2” telah membuktikan, film ini masih mampu mencetak gol ke hati penonton.

Rindu Purnama

07. Rindu Purnama | Sutradara: Mathias Muchus | Penulis: Ifa Isfansyah, Mathias Muchus, Haidar Bagir | Pemain: Tengku Firmansyah, Titi Sjuman, Ririn Ekawati, Salma Paramitha, Faril Ramadhan, Yobel Nathaniel, Irfansyah, Muzaki Nur Islami, Tara Maulana, Pietrajaya Burnama, Ratna Riantiarno, Edwin Bejo, Djody, Landung Simatupang | 104 menit | Drama | Rilis: 10 Februari 2011

“Rindu Purnama” adalah film tentang cinta, secanggung apapun, sesederhana apapun itu, film ini berhasil menyampaikan pesan bahwa cinta dapat mengubah setiap orang, semua orang, siapapun. Mathias Muchus seakan menaburkan kecintaannya terhadap film Indonesia ke setiap jengkal kisahnya, sebuah potret yang lagi-lagi menyuguhkan getirnya kehidupan jalanan dan lapangnya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, namun dengan cinta, getir berubah jadi senyum dan jurang tersebut mampu disebrangi. “Rindu Purnama” memaparkan ceritanya dengan nyaman, enak untuk dicerna, dan membuat saya betah menyaring setiap makna demi makna dalam film ini. Tatanan visual pun berhasil memancing mata ini untuk terus terpaku pada layar, potret-potret lingkungan kumuh disulap menjadi layaknya arena wisata ditangan Gunnar Nimpuno. Tak pelak jika “Rindu Purnama” akhirnya memiliki sederet adegan yang disajikan dengan gambar-gambar yang indah, pengambilan gambar yang menyegarkan mata, semua keindahan ini bahkan sudah dimulai sejak adegan pembuka yang cantik itu.

Tendangan Dari Langit

06. Tendangan dari Langit | Sutradara: Hanung Bramantyo | Penulis: Fajar Nugros | Pemain: Yosie Kristanto, Maudy Ayunda, Giorgino Abraham, Jordi Onsu, Joshua Suherman, Natasha Chairani, Agus Kuncoro, Sujiwo Tejo, Yati Surachman | 118 menit | Drama | Rilis: 25 Agustus 2011

“Tendangan Dari Langit” jelas dibuat untuk menghibur kita dengan segala macam keseruan didalamnya, tapi disana juga banyak pelajaran yang bisa dipetik, ceritanya tidak membosankan dan dengan pemilihan dialog-dialognya yang menurut saya sangat tepat. Kisah persahabatan Wahyu dengan Mitro (Jordi Onsu) dan Purnomo (Joshua Suherman) digambarkan begitu tulus dan terkadang terselip juga kelucuan-kelucuan diantara mereka. Kisah romansa Wahyu dengan Indah (Maudy Ayunda) juga disajikan dengan manis tidak cengeng dan berlebihan. Hubungan Bapak dan anak-lah yang tampaknya begitu menyita perhatian hati saya, begitu menyentuh dan chemistry antara Yosie Kristanto dan Sujiwo Tejo begitu apik, begitu juga akting yang ditampilkan keduanya, juara! “Tendangan Dari Langit” sudah sukses menghibur dan juga menyentuh hati penontonnya. Hanung sudah berhasil membuat film tentang sepakbola yang menghibur dan seru, berhasil menggiring hati saya juga untuk cinta dengan film ini. Setiap pertandingan sepakbola dalam film ini pun dikemas benar-benar keren sekali! seperti berada di tengah-tengah pertandingan yang sebenarnya, seru dan juga menegangkan!

10 Film Indonesia Terbaik di 2011 (Bagian 2)

Thanks! Silahkan baca review/artikel lainnya:

Review - Turbo Kid (...
Review - Lukisan Ber...
Review - Rumah Malai...
Review - Headshot