Review: Arisan! 2

written by Rangga Adithia on December 10, 2011 in Asian Film and CinemaTherapy and Drama and Film Indonesia with no comments

Review Arisan 2

Delapan tahun yang lalu kita diajak Nia Dinata ikut “Arisan!”, berkenalan dengan Sakti (Tora Sudiro), Meimei (Cut Mini),  Andien (Aida Nurmala), Lita (Rachel Maryam) dan Nino (Surya Saputra). Sebuah ajakan seru yang kemudian menjadi semacam undangan ekslusif bagi penonton untuk masuk ke dalam geng “Arisan!”, berisikan segudang cerita dan masalah yang dihadapi kaum yang disebut dengan kalangan atas, apapun sebutannya. Well, film ini bukan soal berbicara jarak antara si kaya dan si miskin, bukan juga dengan sombong meninggikan kelas sosial tertentu atau memojokkan kaum tertentu, dalam hal ini homoseksual. “Arisan!” itu seperti memang ajang ngumpul-ngumpul seru, kita menjadi akrab dengan karakter-karakter di film, sekaligus disajikan sebuah potret jujur seperti apa sih kehidupan kaum “atas”, tidak saja di permukaan-nya yang terlihat glamor tetapi juga pernak-pernik konflik yang menghiasi status kehidupan mereka dibalik keglamoran itu.

Andien dan geng “Arisan!” tentu saja mengisi ruang kosong di hati penontonnya, setelah delapan tahun berlalu, pertanyaan itu pun muncul, apa kabar geng tercinta kita? itu juga mungkin yang membuat Nia Dinata ingin melanjutkan kisah “Arisan”, menaruh embel-embel sederhana dijudulnya dengan angka “2”, dengan keinginan yang juga sederhana, yaitu mengajak kita yang kangen, berkumpul lagi dengan geng “Arisan!”, sesederhana itu. Karena jika dipikir-pikir tidak perlu juga membuat sekuel “Arisan” yang sudah sukses, tapi jika hanya untuk bersenang-senang, bolehlah saya ikut “Arisan” lagi. Sekali lagi saya bertanya, apa kabar geng tercinta kita? banyak yang berubah, tentu saja. Sakti sudah tidak lagi “jalan bareng” dengan Nino, keduanya sudah punya pasangan baru masing-masing, Sakti selain sibuk dengan pekerjaannya juga sibuk menutupi kisah percintaannya dengan lelaki yang jauh lebih tua, sudah punya istri pula, Gerry (Pong Harjatmo). Sebaliknya Nino yang sedang sibuk dengan festival filmnya yang memancing demo itu, sekarang mengandeng cowok brondong bernama Octa (Rio Dewanto).

Sedangkan Andien, yang sudah ditinggal pergi suaminya, mencoba nyemplung ke bisnis event organizer, sambil terus mempertahankan status sosial di “dunianya”. Berbeda lagi dengan Lita yang sekarang tertantang untuk memasuki dunia politik, sibuk dengan urusan partai, sekaligus sebagai single parent mengurus anak laki-lakinya. Bagaimana dengan Meimei? dia lebih memilih meninggalkan ibukota untuk mengasingkan diri dari sahabat-sahabatnya, katanya sih untuk berlibur, tapi di pulau bernama Gili, Lombok ini, Meimei sepertinya menyembunyikan sesuatu dari Sakti dan yang lainnya. Di tempat ini juga dia berkenalan dengan Tom (Edward Gunawan), seorang dokter alternatif dan Moli (Adinia Wirasti), seorang bartender. Ada apa dengan MeiMei? pertanyaan tersebut akan dijawab bersama berbagai kisah yang akan dimasukkan oleh Nia Dinata di “Arisan 2”.

Review Arisan 2

Merangkap juga sebagai penulis, Nia Dinata sudah jelas ingin mengajak fans “Arisan!” untuk selagi lagi kumpul bareng bersama geng yang pernah membuat kita jatuh cinta di tahun 2003. “Arisan! 2” memang tidak akan panjang lebar menceritakan apa yang terjadi selama delapan tahun ini, meng-update seadanya kemudian langsung menarik penonton ke masalah-masalah baru. Bagi mereka yang belum menonton film pertama, sudah bisa dipastikan akan bingung melihat karakter-karakter di film ini, tidak ada lagi perkenalan berbasa-basi, “Arisan! 2” hanya punya waktu untuk cipika-cipiki sebentar, lalu kemudian memperkenalkan kita dengan karakter-karakter baru, seperti Joy (Sarah Sechan), ahli bedah plastik, Ara (Atiqah Hasiholan), dan Yayuk Asmara (Ria Irawan). Jika awalnya saya kira film ini hanya akan berfokus pada rahasia MeiMei, ternyata “Arisan! 2” punya lebih banyak yang ingin diceritakan, inilah yang sebetulnya menjadi masalah. Sekarang penonton harus siap untuk menjadi tempat “curhat” masing-masing karakter yang tampak berlomba-lomba menumpuk sub-plot. Belum lagi keinginan Nia Dinata yang menjejalkan “Arisan! 2” dengan isu-isu yang masih hangat di kuping penonton, agar nantinya film ini terkesan masih update dengan situasi sekarang. Menarik, tidak juga.

Terlalu banyak yang ingin disampaikan Nia Dinata, namun “Arisan! 2” tidak punya waktu yang banyak untuk menyambung berbagai pesan, sub-plot, dan inti plotnya menjadi satu cerita yang utuh. Agak bingung sebenarnya menyimpulkan “Arisan! 2” itu tentang apa, tapi saya memberikan waktu film ini untuk menjawab itu sampai durasinya selesai nanti. Persahabatan jelas menjadi pondasi yang menopang cerita “Arisan! 2”, kita masih melihat Sakti dan yang lain begitu akrab saling sapa, cerita, ejek dan bertemu, tidak ketinggalan dengan Meimei yang berada jauh di lombok sana. Porsi terbanyak yang sesekali diselingi variasi cerita lain dalam “Arisan! 2” adalah kisah mengenai perjalanan spiritual Meimei, bagian inilah yang akan menyatukan karakter-karakter lain yang sibuk dengan ceritanya masing-masing. Walau terkesan bertumpuk dan terlihat tidak utuh, Nia Dinata masih bisa memaparkan cerita di film ini dengan menarik, membuat kita pada akhinya masih ingin peduli dengan geng “Arisan!” dan tentu saja peduli dengan “status” Meimei. Setidaknya saya tidak bosan mengikuti “Arisan! 2” yang untungnya masih dengan blak-blakan dalam urusannya memparodikan kehidupan kalangan atas.

Setelah “Arisan! 2” mengupas seru tentang apa yang terjadi setelah delapan tahun kita tidak bertemu dengan geng “Arisan!”, tidak ketinggalan film ini juga punya cara tersendiri dalam menghibur penonton melalui humor-humornya yang renyah, sesekali menyindir tetapi tidak berlebihan. Tentunya yang paling istimewa dalam sekuel ini adalah “reuni” itu sendiri, dan Nia Dinata dengan baik mampu mengembalikan karakter-karakter dalam film ini seperti yang kita kenal delapan tahun yang lalu. Menonton “Arisan! 2” itu seperti bertemu dengan teman lama lalu tanpa sadar saling cerita dari A sampai Z. Kadang tidak tahu apa yang diceritakan tetapi seru saja karena sudah lama tidak bertemu. Para pemain yang hadir kembali di sekuel ini juga mampu dengan baik memerankan karakter-karakter mereka masing-masing. Cut Mini dan kawan-kawan sanggup menghadirkan lagi aura persahabatan yang pernah saya rasakan dulu, chemistry itu terbangun dengan manis dan saya terhibur dengan akting mereka, terlebih hadirnya Rio Dewanto sebagai Octa, yang tampaknya ditaruh disini untuk menyindir generasi twitter yang tidak bisa lepas dari yang namanya update ini dan itu. “Arisan! 2” memang tidak sebagus film pertama, namun apa yang disajikan menjadi hiburan tersendiri, yang terpenting adalah film ini menjadi sebuah reuni dengan geng “Arisan!”, bersenang-senang sambil kembali menyelami kehidupan mereka yang tertinggal selama delapan tahun ini. Seru!

Rating 3 Bintang

Thanks! Silahkan baca review/artikel lainnya:

Review - Surat Dari ...
Review - Juara (2016...
Review - Warkop DKI ...
Review - Under the S...