Review: The Cat

written by Rangga Adithia on September 14, 2011 in Asian Film and CinemaTherapy and Horror with no comments

Review The Cat

Sesuatu yang lumrah jika film horor asal negeri ginseng ini menempatkan seekor kucing untuk dihubung-hubungkan dengan dunia gaib, kucing memang selalu menjadi binatang yang tepat untuk dijadikan “alat” di sebuah film horor. Kucing pun sering dikait-kaitkan dengan berbagai macam mitos yang berkaitan dengan alam “sana”, di Indonesia misalnya jika ada orang yang meninggal lalu dilompati oleh kucing, niscaya mayat orang tersebut akan bangkit kembali. Hewan lucu favorit manusia untuk dipelihara ini pun dipercaya bisa melihat apa yang kita tidak bisa lihat, sudah banyak film horor yang menggambarkan kucing bisa melihat hantu. Di dunia barat sana, kucing juga dihubung-hubungkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan sihir. Well, “The Cat” atau Go-hyang-i: Jook-eum-eul Bo-neun Doo Gae-eui Noon (dalam bahasa Korea, panjang juga ya) sekali lagi akan memanfaatkan kucing sebagai medium, sebuah peringatan untuk memberitahu manusia, dalam hal ini aktor dalam film dan juga penonton jika ada “sesuatu”, ketika mereka mulai bersuara aneh. Semua berawal dari kucing… dan kucing akan menjadi kunci dari semua misteri dan teror yang akan ada di film yang disutradarai oleh Byun Seung-Wook ini.

“The Cat” mengawali ceritanya dengan memperkenalkan seorang perempuan cantik yang bekerja di sebuah salon hewan, So-Yeon (Park Min-Young). Walaupun terlihat normal, dia sebenarnya punya masa lalu yang kurang mengenakan, karena hal tersebut, So-Yeon terpaksa bolak-balik menemui psikiaternya jika terjadi masalah pada dirinya. Suatu hari, salonnya kedatangan kucing bernama Silky, seperti biasa juga So-Yeon mengurus setiap kucing pelanggan dengan baik, karena dia juga sayang kepada kucing. Keesokan harinya, pemilik kucing tersebut ditemukan tewas secara mengenaskan di sebuah lift, So-Yeon kebetulan lewat di tempat kejadian dan bertemu dengan seorang petugas polisi bernama Joon-Suk (Kim Dong-Wook), awalnya dia akan membawa Silky tapi akhirnya meminta So-Yeon untuk mengurusnya. Saya sudah bisa menebak, ada sesuatu yang tidak beres dengan kucing Persia tersebut, benar saja setelah So-Yeon membawanya ke tempatnya, tidak perlu waktu lama sampai dia melihat penampakan aneh. Awalnya So-Yeon mengira itu bagian dari trauma dan kembali kepada psikiaternya, namun kejadian demi kejadian aneh semakin sering muncul. Keadaan semakin menakutkan ketika tidak saja So-Yeon selalu didatangi hantu anak kecil yang menyeramkan, tetapi orang yang dia kenal mulai menjadi korban. Dibantu oleh Joon-Suk, So-Yeon pun mulai menelusuri jejak-jejak yang mengerikan berkaitan dengan misteri ini…apa kaitannya dengan Silky?

Berharap ini adalah film horor dari Korea yang menakutkan, “The Cat” justru melakukan kesalahan fatal sejak awal. Sebuah kesalahan yang pada akhirnya membuat semangat ini menurun drastis dan mood berantakan tak karuan, buruknya lagi sampai ke akhir, film ini ternyata tidak berusaha untuk membuat saya merinding, bahkan mencoba menggerakkan bulu kuduk saja tidak. Sudah biasa ya film horor ingin menampilkan hantu-nya sejak dari awal, setiap film punya alasannya masing-masing, dan untuk “The Cat” mungkin alasan itu karena ingin membuat kita penasaran lebih dahulu, untuk nantinya kita akan diajak ke misteri demi misteri yang berkaitan dengan kemunculan seekor kucing bernama Silky. Eh sayangnya kejutan yang seharusnya membuat saya ingin terus menonton, malah dibuat “kacangan”, hantu dengan efek komputer yang tiba-tiba muncul seakan dia tidak pernah lulus ujian menakuti manusia, yup sama sekali tidak menakutkan. Entah kenapa film ini lebih memilih untuk mempoles wajah si hantu dengan efek komputer kasar seperti itu, dengan mata kucing yang menggelikan pula. Alhasil bukannya menjerit, setiap kali hantu muncul saya justru tertawa, belum lagi melihat bagaimana cara dia muncul.

Review The Cat

“The Cat” punya banyak kejutan yang sudah bisa ditebak, kemunculan klise si hantu ini sebetulnya bisa saja menakutkan, tapi ya itu tadi, sejak awal saya sudah lebih dahulu tak “sreg” dengan sumber teror di film ini, bisa dibilang “ilfil”. Selain saya yang “pasti habis ini si hantu muncul”, “The Cat” juga menempatkan si hantu untuk menjadi narsir, kerap ingin menampakan diri, di tengah misteri yang dibangun dengan tidak maksimal juga. Maaf, tapi saya justru asyik tuh menghabisi cemilan di depan saya ketimbang sibuk ikut susah payah memecahkan misteri yang coba dirangkai oleh Byun Seung-Wook ini. Saya bukannya malas, tapi sang sutradara sepertinya tidak punya niat tulus untuk mengajak saya masuk kedalam cerita, walau alurnya bisa dibilang aman, tapi “The Cat” tetap saja membosankan buat saya. Ketika misteri belum habis dibahas, film ini kemudian “maksa” untuk menyelipkan sedikit romansa yang sama sekali tidak penting, alih-alih memberikan variasi cerita dan rasa simpatik kita pada tokoh utama, selipan tersebut tidak lebih dari bagian yang sama sekali tidak saya pedulikan. Bagaimana mau peduli jika dari awal toh film ini sudah kehilangan chemistry-nya dengan penonton yang ingin ditakuti.

Park Min-Young memang saya akui cantik, untuk urusan membuat mata (lelaki) ini tidak berkedip, pemeran So-Yeon sudah melakukan misinya dengan sukses. Beda lagi saat dia harus berakting, berpura-pura takut ketika melihat hantu yang kerap mengganggunya. Aktor/aktris dalam film horor itu punya peranan penting juga, dia punya pekerjaan rumah untuk mengajak kita untuk merasakan apa yang dia rasakan, misalnya ketika dia merasa ketakutan setengah mati, setengahnya lagi dibagikan kepada penontonnya. Jadi penonton tidak hanya dibiarkan mengikuti cerita tetapi bisa merasakan ketakutan yang sama yang dirasakan oleh mereka. So-Yeon tidak melakukan itu, ok dia memang terlihat ketakutan, tapi hanya sekedar mengerutkan dahi atau berteriak, sedangkan “rasa” ketakutan itu saya rasakan sangatlah kurang, padahal film ini sudah memberikan dia salah-satu adegan yang cukup menyeramkan (satu-satunya adegan cukup seram dalam film ini), tapi tidak juga membantunya, saya pun kembali asyik melahap makan siang (habis cemilan kemudian makan… laper yee). “The Cat” hanya terlihat menjanjikan di trailer, padahal Korea pun punya track record bagus soal film hantu-hantuan, tapi untuk kali ini saya dikecewakan. Sejak awal film ini sudah salah langkah, atmosfir horornya tidak terasa, kejutan dan juga penampakannya tidak berusaha “menantang” nyali penontonnya. Film horor yang terasa hambar dengan hantu yang justru terlihat “unyu”.

Rating 1 Tengkorak

Thanks! Silahkan baca review/artikel lainnya:

Review - Surat Dari ...
Review - Turbo Kid (...
Review - 3 Srikandi
Review - Under the S...