Review: Last Night

written by Rangga Adithia on June 16, 2011 in Cinema of Europe and CinemaTherapy and Drama and Hollywood and Romance with no comments

Review Last Night

Setelah menikah selama tiga tahun, pasangan suami-istri, Joanna (Keira Knightley) dan Michael (Sam Worthington) tampak makin terlihat serasi dan kehidupan berumah-tangga mereka juga bahagia. Sampai akhirnya Joanna yang banyak menghabiskan waktunya di rumah sebagai penulis freelance, diperkenalkan dengan Laura (Eva Mendes) di sebuah pesta yang diadakan teman kantor Michael. Joanna mulai curiga jika suaminya tidak lagi setia, apalagi suaminya tidak pernah menyinggung soal Laura selama ini, ditambah lagi di pesta tersebut Michael lebih banyak meluangkan waktunya untuk wanita yang bekerja satu kantor dengannya itu. Kecurigaan Joanna pun diluapkan di rumah, berlanjut dengan pertengkaran kecil yang berakhir dengan Joanna memilih untuk tidur di sofa. Walaupun pada akhirnya mereka terlihat “baikan”, ketika keduanya makan bersama di dapur, tapi Joanna masih menyimpan isi hatinya yang sebenarnya dan menuliskannya dalam secarik kertas yang kemudian diselipkan di pakaian yang akan dibawa Michael untuk perjalanan bisnis ke Philadelphia. Apa isi kertas tersebut? masih rahasia.

Michael tidak sendiri, dia bersama dua rekan kerjanya, salah-satunya adalah Laura. Lalu bagaimana dengan Joanna? hmm dia ditinggal sendirian dirumah. Well, hingga akhirnya dia tidak sengaja bertemu dengan Alex (Guillaume Canet), pada saat pergi ke luar untuk membeli kopi. Joanna tentu saja kaget bisa kembali bertemu dengan pria yang sepertinya punya kisahnya sendiri di hati Joanna, yah Alex bisa dibilang cinta lamanya. Dari reuni singkat tersebut mereka membuat janji untuk bertemu lagi, sekedar minum-minum, lalu berlanjut dengan makan malam dadakan. Alex mengajak Joanna untuk ikut bersamanya bertemu dengan temannya Sandra dan Truman, di saat makan malam inilah, cerita lama antara Alex dan Joanna terungkap, yang tidak pernah diketahui oleh Michael. Ternyata tidak hanya Joanna saja yang sedang “diuji”, di Philadelphia, Michael sedang berusaha keras untuk mempertahankan kesetiaannya. Walau Michael berusaha menghindar, Laura yang jelas tertarik dengannya terus saja melancarkan godaan-godaan mautnya. Pada saat malam berakhir dan pagi menyingsing, siapa kira-kira yang lulus ujian tersebut, Joanna atau Michael?

Review Last Night

“Last Night” di awal tampil menjanjikan, seperti ingin menampilkan sebuah drama cinta dengan konflik seru nan mendalam, apalagi di sana ada nama-nama terkenal seperti Keira Knightley, Sam Worthington, dan si seksi Eva Mendes. Namun sayangnya dengan nama bintang yang bisa dikatakan sangat menjual, filmnya sendiri tampil agak membosankan, daya tariknya seakan luntur dimakan durasi, walaupun tidak sepenuhnya membuat saya mengosongkan tempat duduk yang saya tempati. Massy Tadjedin yang tidak hanya jadi sutradara tetapi juga merangkap sebagai penulis tahu betul bagaimana memulai segala drama di film ini, kita diajak melihat bagaimana rapuhnya hubungan Joanna dan Michael, sekaligus menjadi saksi juga bahwa keduanya memang saling mencintai dan mempunyai kehidupan berumah tangga yang menyenangkan. Kemudian Massy mulai menebar benih-benih konflik, yang diharapkan bisa menumbuhkan ketertarikan penonton untuk melihat seperti apa konflik tersebut berakhir, bagaimana nantinya pertemuan antara Joanna dan cinta lamanya berkembang, atau apakah Michael masih bisa tahan dengan godaan yang dilancarkan oleh rekan kerjanya Laura, kemudian meruntuhkan sebuah dinding kesetiaan.

Cerita memang baik-baik saja selama paruh pertama, tetapi ketika beranjak menuju paruh selanjutnya, Massy tampaknya membiarkan cerita untuk mengalir datar tanpa mengajak saya untuk terikat emosi dengan masing-masing karakternya, terlebih dengan filmnya sendiri. Ditambah lagi “Last Night” kurang sekali mengeksplor chemistry antara pemain, tidak saja antara Joanna dan Michael yang saya kira seharusnya butuh porsi lebih banyak untuk mengikat chemistry antara mereka. Tapi juga nantinya ketika Michael mulai digoda oleh Eva Mendes yang disini memerankan Laura, mungkin satu-satunya chemistry yang agak lumayan lahir dari “cinta lama bersemi kembali” antara Joanna dan Alex. Padahal cerita terlihat sekali butuh chemistry yang kuat antara pemain, agar nantinya penonton juga diajak untuk memainkan emosi mereka, setidaknya kita bersimpati kepada pasangan yang sedang diuji. Tidak ada adegan-adegan romantis yang bisa dijual “Last Night”, dan film ini dari awal tidak menunjukkan sebuah keromantisan, kita diperkenalkan dengan pasangan yang diam-diaman di sebuah taksi, film dibuka dengan mood yang murung

Sebetulnya juga film bertema cinta memang tidak harus ada adegan romantis berlebihan, sayangnya ketika “Last Night” tidak menawarkan hal tersebut, film ini kemudian terlihat tidak menawarkan apa-apa, tidak ada yang spesial. Beruntung, sekali lagi nama-nama itu membuktikan mereka menjadi sebuah magnet yang ampuh untuk menarik penonton. Well jajaran pemainnya toh bukan hanya numpang nama di poster tapi menyajikan sebuah tontonan akting yang tidak jelek, justru saya akui mereka tampil baik. Terlebih si cantik Keira Knightley, banyak adegan close-up yang bukan saja mengekspos kecantikannya dari dekat tapi juga membiarkan kita mengenal lebih dekat sosok Joanna, menebak-nebak isi hati dan pikiran wanita yang cukup blak-blakan pada saat ditanya soal hubungannya dengan Alex ini, pada akhirnya kita memang sulit mengetahui seperti apa perasaannya, jadi tunggu saja dia mengakuinya sendiri. Menarik memang melihat bagaimana performa Keira bisa lebih menghidupkan film ini, termasuk juga pemain lain seperti Eva Mendes, Sam Worthington, dan Guillaume Canet, yang wajahnya sekilas mirip dengan Patrick Dempsey ini. Sayang sekali lagi saya menyinggung kurangnya percikan chemistry antara masing-masing karakter. Ditemani musik manis dari Clint Mansell, “Last Night” cukup disayangkan tidak menyajikan kisah semanis musiknya, sebuah drama romansa yang bisa dibilang gampang dilupakan, bersamaan dengan berakhirnya malam.

Rating 2.5 Bintang

Thanks! Silahkan baca review/artikel lainnya:

20 Film Indonesia Wa...
Review - Aach... Aku...
Review - Ouija: Orig...
Review - Under the S...