Review: Cowok Bikin Pusing

written by Rangga Adithia on April 28, 2011 in CinemaTherapy and Comedy and Film Indonesia and Romance with no comments

Karir adalah 7 dari 10 alasan cowok se..ling…kuh. ~ Tasha

Terlepas dari judulnya yang terkesan chessy dan sebetulnya juga tidak mewakili isi cerita film ini, “Cowok Bikin Pusing” bisa dibilang masih punya daya tarik untuk menjadi film yang menghibur, yah tidak senorak judulnya, untungnya. Senasib dengan “Cewek Gokil”, film arahan sutradara Winaldha Melalatoa (Ai Lop Yu Pul ) ini juga “stok lama”-nya dari MVP Pictures, diproduksi pada tahun 2009 tetapi baru dirilis pada awal Mei 2011. Walau begitu saya akui “Cowok Bikin Pusing” bukanlah produk basi, masih tetap renyah untuk dinikmati, apalagi di tengah gempuran film-film horor yang makin lama bukannya jadi makin baik. Di luar ceritanya yang tidak menyajikan sesuatu yang baru, film “Cowok Bikin Pusing” tetap sebuah alternatif tontonan yang masih setia untuk menjual cerita kok, bukan film “numpang lewat” yang haus sensasi tapi tanpa isi.

“Cowok Bikin Pusing” akan mengisahkan Cecile (Julie Estelle), yang baru saja putus dari tunangannya Marco (Marcel Chandrawinata), setelah berhubungan selama 5 tahun. Saat hatinya hancur inilah, cewek cantik pengusaha toko kue ini beruntung masih punya kedua sahabatnya Tasha (Laudya C Bella) dan Justin (Aming). Mereka berdua tidak hanya setia menghibur tetapi siap membantu sahabatnya yang sedang kesusahan itu, termasuk Tasha yang bersemangat sekali ketika mereka merencanakan untuk membalas dendam sakit hati Cecile. Jika Cecile adalah tipe cewek yang rapuh, beda lagi dengan Tasha yang bekerja juga di toko kue “Cecile’s Bittersweet” itu, pengalamannya yang sudah tiga kali punya hubungan tidak mengenakan dengan cowok, membuat Tasha selalu sinis dengan yang namanya “cinta sejati”, dia selalu bangga tuh menyebut kalau 9 dari 10 cowok itu pasti selingkuh. Sifatnya yang terlalu berlebihan mengenai cowok dan juga proteksinya yang kelewatan terhadap sahabatnya, awalnya memang sanggup diterima oleh Cecile, apalagi ketika itu dia masih “panas”. Jadi dia mau aja tuh menjalankan perintah ini-itu dari Tasha untuk mengerjai Marco, termasuk tiba-tiba datang ke sebuah klub dan berpura-pura hamil kemudian menjalankan skenario di depan Marco yang kala itu tengah bersama cewek.

Mengawali dengan kisah patah hati dan aksi balas dendam, “Cowok Bikin Pusing” pun lanjut ke tahap berikutnya, sudah bisa ditebak Cecile menemukan “pelariannya” lewat sosok cowok yang juga baru saja disakiti oleh ceweknya, selingkuh tepat di depan muka. Pendekatan-pendekatan klise yang pernah dilancarkan film-film romantis lainnya juga tersaji disini, Oka yang sering membeli kue di tempat Cecile mulai balas-balasan pesan di sms yang kemudian berlanjut dengan jalan bareng. Perubahan dalam diri Cecile yang tiba-tiba lebih memilih “life goes on” semenjak bertemu Oka dan melupakan skenario-skenario balas dendam untuk Marco, tentu saja membuat Tasha gerah. Ketika penonton dimanjakan dengan keindahan pantai di Bali yang menjadi latar tumbuhnya benih-benih cinta antara Cecile dan Oka, “Cowok Bikin Pusing” juga tidak lupa untuk menambahkan bumbu-bumbu konflik, walau tidak terlalu “pahit” tetapi setidaknya sanggup menemani rasa manis yang terkecap dari jalinan kisah romantisnya.

Karena mengusung tema komedi-romantis, “Cowok Bikin Pusing” cukup adil dalam soal membagi porsi antara kapan untuk bermanis-manis manja dengan romansa dan kapan waktu yang tepat untuk berkelakar. Untuk tugas ngebanyol, Aming ditempatkan di garis depan dan bisa dibilang walau komedinya agak usang, tapi jika dilirik dari tahun produksi 2009, jujur film yang ditulis oleh Sekar Ayu Asmara ini sanggup membuat saya tertawa dengan lawakan-lawakan khas Aming yang disini memerankan karakter cowok gemulai. “Cowok Bikin Pusing” sepertinya memang sangat bergantung pada keahlian masing-masing individu, seperti Aming dan juga Alex Abbad (Merantau, Aku Atau Dia) untuk mendongkrak cerita agar lebih lucu. Keduanya nyata memang mampu beradu kekonyolan dengan selipan kisah asmara antara sesama jenis. Jika bertanya apakah film ini lucu? well saya bisa bilang “Cowok Bikin Pusing” punya momen-momennya, tidak seluruhnya lucu tapi juga bukan film komedi yang mudah membuat kita mengerutkan dahi.

Sayangnya “Cowok Bikin Pusing” juga tidak dapat menghindar dari nilai minus ketika cerita yang pada awalnya dibangun cukup menyenangkan, tiba-tiba terkesan terburu-buru untuk menyambung titik konfliknya, walau dari awal aroma-aroma konflik itu sudah bisa tercium tapi esekusinya tidak terlalu mulus. Nah setelah konflik tercipta pun, Winaldha entah kenapa juga menggampangkan jalan takdir “Cowok Bikin Pusing” menuju ending, sekali lagi mudah ditebak dan bisa dikatakan banyak momen-momen yang dipaksakan, termasuk karakter Cecile yang “terpaksa” dari cemberut yang tiba-tiba semringah karena dia tahu durasi film ini mau habis. Berbicara soal chemistry, saya lebih menyukai suasana persahabatan yang diperlihatkan Tasha, Cecile, dan Justin, sebagai sahabat mereka bisa menghadirkan jalinan chemistry yang lumayan kuat, dibanding dengan pada saat film ini beralih mengajak penontonnya untuk bermesra-mesraan. Cecile dan Oka lagi-lagi seperti pasangan yang dipaksakan, chemistry-nya kurang terasa kalau tidak ingin dikatakan hmm apa yah… hampa. Nah yang terasa justru cuma bau pete, makanan kesukaan Cecile. Ok bagaimanapun juga “Cowok Bikin Pusing” tidak buruk-buruk amat dalam menghadirkan sebuah kisah romantis yang berbalut komedi, ringan dan mudah untuk dinikmati, hiburan yang tidak bikin pusing seperti judulnya yang seharusnya lebih tepat diberi judul lamanya saja, yaitu “Selingkuh”.

Thanks! Silahkan baca review/artikel lainnya:

Review - Some Kind o...
Review - Cipali KM 1...
Review - Dukun Linta...
Review - Ouija: Orig...