Review: Date Night

written by Rangga Adithia on April 16, 2010 in CinemaTherapy and Comedy and Hollywood with 2 comments

No, no, we might get bumped off. We’re not going to get whacked off. ~ Phil Foster

Setelah lama menikah dan memiliki dua orang anak, Phil dan Claire Foster (Steve Carell dan Tina Fey) tiba pada situasi dimana keduanya terjebak dalam sebuah rutinitas. Phil yang bekerja di bidang pajak dan Claire di bidang real estate, kini menjalani kehidupan pernikahan yang tidak sehat. Tidak hanya jarang bercinta, percikan romantisme keduanya pun makin lama makin menghilang. Diperparah dengan rutinitas yang mengantarkan mereka ke kegiatan yang itu-itu saja, seperti makan malam dan menonton bioskop yang diulang setiap akhir pekan. Sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, apalagi setelah mengetahui kalau sahabat mereka akan segera bercerai, Phil mesti menyusun siasat jitu untuk mempertahankan pernikahannya. Dia pun mengajak Claire ke sebuah restoran yang mahal hanya untuk mengembalikan percikan-percikan api romantis yang mulai redup itu.

Sayangnya restoran bernama Claw yang baru saja dibuka ini, selalu penuh dan akhirnya Phil dan Claire hanya bisa menunggu di bar untuk mendapatkan meja. Beruntung tetapi juga ceroboh, Phil justru mengklaim dirinya sebagai keluarga Tripplehorns. Dengan mengaku sebagai orang lain, mereka tentu saja akhirnya mendapatkan meja tanpa harus lama menunggu. Namun tidak lama kemudian, ketika Phil dan Claire sedang menikmati makan malam mereka, dua orang yang mencari Tripplehorns yang asli menemui mereka. Phil dan Claire yang kebingungan dituduh mencuri sebuah flash drive dari bos mafia bernama  Joe Miletto (Ray Liotta). Merasa tidak tahu apa-apa, Phil dan Claire mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya kalau mereka bukan Tripplehorns yang kedua orang itu cari. Celakanya mereka tidak percaya dan justru mengacungkan senjata kepada pasangan yang bernasib sial ini. Karena terdesak, Phil memutuskan berbohong kalau dia menyembunyikan flash drive tersebut di suatu tempat. Dari sinilah petualangan Phil dan Claire dimulai, mereka harus mencari cara kabur sekaligus menyelesaikan masalah ini.

“Date Night” sudah menebarkan pesona jenakanya dari awal film dimulai, dengan tingkah lucu dan konyol yang diperlihatkan Phil dan Claire di restoran, dimana mereka berdua iseng mengolok-olok pengunjung restoran lain. Kekonyolan tersebut berlanjut hingga mereka pada akhirnya harus berhadapan dengan Collins (Common) dan juga Armstrong (Jimmi Simpson), dua orang yang mengejar mereka karena sebuah flash drive yang entah berisi apa. Satu yang pasti, “sticky-thing-on-computer” tersebut pastinya berisi data penting, karena sampai melibatkan bos mafia. Setelah sebelumnya mengerjakan dua seri “Night at the Museum”, Shawn Levy kali ini kembali duduk di bangku sutradara dengan Josh Klausner (Shrek the Third) dipercaya untuk menuliskan scriptnya.

Membuat penonton tertawa adalah pekerjaan yang sangat sulit, tak terkecuali bagi Shawn yang notabennya sudah seringkali mengerjakan proyek film-film bergenre komedi, sebut saja “The Pink Panther”, “Cheaper by the Dozen”, “Just Married”, dan seperti sudah disebutkan “Night at the Museum” serta sekuelnya. Jam terbangnya yang lumayan di dunia komedi, tidak serta merta membuatnya punya track record yang memuaskan, terlebih bagi para kritikus yang sering menjadikan film-filmnya sasaran empuk kritikan tajam mereka. Walau menuai kritikan tidak memuaskan, toh dua film terakhirnya justru bisa berjaya di tangga box office dan sukses secara komersil. “Night at the Museum” saja berhasil merajai box office dengan menjadi nomor satu selama tiga minggu, pendapatan dari seluruh dunia terkumpul 500 juta dolar lebih. Jadi wajar saja jika dia dipercaya untuk kembali membesut film bertema komedi.

Beralih ke filmnya, “Date Night” sebetulnya punya premis yang cukup menarik, tapi sepertinya cerita menjadi nomor dua dan keseluruhan film benar-benar difokuskan pada dua orang bintangnya, Carell dan Fey. Dari segi cerita, film ini bisa dikatakan biasa saja dan berkembang dalam koridor mudah ditebak. Pertunjukan utama dikendalikan penuh oleh lelucon dan goyunon (apapun itu) dari mulut kedua bintang komedi yang memang sudah malang melintang di dunia hiburan-pembuat-tertawa. Sepertinya formula yang dipakai oleh Shawn cukup berhasil memancing tawa, sesederhana dengan membiarkan Carell dan Fey berbalas joke-joke yang lumayan smart dan berperilaku “bodoh” di sepanjang film yang berdurasi 88 menit ini. Carell sendiri yang sebelumnya juga bermain di film bertema sama, yaitu action-comedy “Get Smart” bersama Anne Hathaway, seperti biasa menampilkan ciri khasnya banyolannya. Melihat Carell, entah kenapa selalu saja mengingatkan kita dengan si manusia berwajah karet Jim Carrey. Mungkin karena pria yang bermain apik (masih menjadi peran terbaiknya) di “Little Miss Sunshine” dan “The 40 Year Old Virgin” ini juga sering memperlihatkan raut wajah komikal.

Apa yang terjadi ketika dipasangkan dengan Tina Fey? keduanya tak disangka berhasil mempertunjukkan sebuah “show” yang menghibur dengan chemistry yang solid. Carell dan Fey tampak sangat cocok di film ini, saling mengisi kekurangan dan juga saling menambahkan kekonyolan yang ada. Bagaimana dengan pemain pendukung lainnya, walau tampil tidak cukup lama, William Fichtner, Mila Kunis, James Franco, Jimmi Simpson, Common, dan Mark Wahlberg (yang terus menolak memakai baju di film ini) bisa memainkan porsi perannya dengan cukup baik. Ditambah dengan dukungan cameo bos mafia yang diperankan oleh Ray Liotta, lucunya dia ditempatkan di jajaran kru film bagian transportasi. Misi membuat tertawa tampaknya dikerjakan dengan baik, tentunya berterima kasih dengan duo Carell dan Fey yang menyelamatkan film ini, ketika suguhan cerita berbalut action-nya terbilang biasa saja. Secara keseluruhan “Date Night” bisa dibilang cukup ampuh dan jitu “menggelitik” titik syaraf tawa, Carell dan Fey sudah seperti mesin pembuat tertawa yang tiada hentinya mengeluarkan lelucon-lelucon khas. Well, let’s have a date! Enjoy!

Rating: 3.5/5

Thanks! Silahkan baca review/artikel lainnya:

15 Film Indonesia Te...
Review - A Copy of M...
Review - Iblis (2016...
Review - Blair Witch...