Review: Blood Diamond

written by Rangga Adithia on April 22, 2009 in Action and CinemaTherapy and Drama and Hollywood and War with 2 comments

Blood Diamond

Sometimes I wonder… will God ever forgive us for what we’ve done to each other? Then I look around and I realize… God left this place a long time ago ~ Danny Archer

Bersetting tempat di Sierra Leone pada saat konflik dan perang sipil tahun 1999. Diperlihatkan dalam film ini, dimana negara hancur berantakan dikarenakan perlawanan antara pihak tentara pemerintah dan pihak pemberontak. Film ini menggambarkan dengan jelas kekerasan dan kejahatan yang mengerikan diakibatkan oleh perang. Termasuk amputasi tangan orang-orang tidak berdosa oleh pihak pemberontak, hanya agar mereka tidak bisa lagi ikut dalam pemilu.

Film dimulai dengan penangkapan Solomon Vandy (Djimon Hounsou), seorang nelayan miskin, oleh pemberontak Revolutionary United Front (RUF) saat mereka menyerang sebuah desa bernama Shenge. Terpisahkan dari keluarganya, khususnya anaknya yang dibawa oleh RUF, Solomon dijadikan budak di sebuah tambang berlian dipimpin oleh Captain Poison. Sedangkan anaknya bernama Dia, yang diculik oleh pemberontak RUF, dicuci otaknya untuk akhirnya menjadi pembunuh.

RUF memanfaatkan berlian untuk mendanai perang mereka, menukar berlian-berlian itu dengan senjata api. Saat bekerja di tambang berlian, Solomon dengan tidak sengaja menemukan berlian berwarna merah muda yang langka. Sesaat sebelum serangan pasukan pemerintah, Captain Poison melihat Solomon yang berusaha menyembunyikan berlian tersebut. Akibat serangan, Captain Poison terluka sebelum dapat merebut batu berlian dari Solomon. Keduanya akhirnya dibawa ke penjara Freetown, ibukota Sierra Leone.

Danny Archer (Leonardo DiCaprio), mantan tentara bayaran dari Rhodesia (now Zimbabwe), berdagang senjata dengan imbalan berlian dari Komandan RUF. Berusaha membawa secara ilegal berlian, Archer tertangkap dan di penjara. Archer bekerja membawakan berlian kepada seorang tentara bayaran asal Afrika Selatan bernama Colonel Coetzee, yang sekaligus menjadi bawahan sebuah perusahaan berlian milik Van De Kaap. Archer yang sangat putus asa karena kehilangan berlian ketika dia tertangkap dan dimasukkan ke penjara yang sama dengan Solomon, berusaha mencari cara agar ia bisa membayar berlian yang hilang kepada Colonel Coetzee.

Saat di penjara inilah, Archer mengetahui ada penemuan berlian besar merah muda dan berencana menemukannya. Setelah keluar dari penjara dan mengatur pembebasan Solomon, Archer menawarkan bantuan kepada Solomon untuk mempertemukannya dengan keluarganya dengan imbalan berlian. Archer dan Solomon, dibantu oleh Wartawan Amerika bernama Maddy Bowen (Jennifer Connelly), berusaha mencari keluarga Solomon diantara rumitnya situasi di Sierra Leone.

Archer yang berencana hanya memanfaatkan Solomon dan mencuri berlian lalu kabur dari Afrika selamanya, namun rencana tersebut tercium oleh Bowen. Bowen yang seorang humanitarian, menolak membantu Archer asalkan memberitahu semua informasi mengenai perdagangan berlian untuk menghentikan berlian-berlian berdarah ini keluar dari Afrika dan menghentikan pendanaan untuk konflik ini. Archer pun memberikan semua informasi yang ada, lalu mendapatkan akses ke Kono untuk berlanjut mencari berlian.

Perjalanan yang penuh rintangan dari pihak pemberontak dan juga medan yang berat menuju berlian yang dicari, menambah kedekatan antara Archer dan Solomon, bukan lagi sebagai partner dengan tujuan masing-masing, tetapi sebagai teman yang saling membantu. Keduanya yang semula bersifat egois dan keras kepala dikarenakan desakan kepentingan pribadi, dengan pencarian keluarga dan berlian ini, akan mengubah segalanya. Archer pun akan mendapat pelajaran yang amat berharga yang selama ini dia abaikan begitu saja. Konflik, Dosa, Darah dan Berlian menyatukan dua orang ini. Akankah Solomon bertemu dengan keluarganya dan Archer mendapat berlian yang diinginkannya?

Archer & Solomon

Blood Diamond, merupakan film bagus yang menguras emosi gw. Edward Zwick, sang sutradara berhasil membuat film yang lengkap akan drama, action, dan pesan-pesan moral didalamnya. Film yang dinominasikan untuk 5 oscar ini,  termasuk nominasi bagi Leonardo DiCaprio sebagai Aktor Terbaik dan Djimon Hounso sebagai Aktor Pendukung Terbaik. Keduanya memang menampilkan akting terbaiknya untuk film yang dibuat tahun 2006 silam.

Khususnya dengan aksen khas Inggris-Afrika yang dibawakan Leonardo menambah nilai plus untuk peran Archer yang dibawakannya. Leonardo makin lama semakin matang saja dalam berakting,  sebelumnya dia juga bermain bagus di The Departed. Tinggal menunggu waktu saja serta peran dan film bagus lagi untuk Leonardo DiCaprio, kemungkinan besar  dia akan mendapatkan Oscar pertamanya.

Pendalaman peran yang sukses juga diperlihatkan oleh Djimon Hounsou. Gw pribadi salut sama akting Djimon Hounsou sebagai Solomon, bener-bener menjiwai peran ayah yang bersikeras untuk menemukan keluarga dan anaknya. Tepat banget film ini memasukkan mereka berdua dalam jajaran pemainnya. Karena duo pencari berlian ini memang tampil maksimal.

Film yang juga memiliki unsur politik dan sosial didalamnya ini, menampilkan juga aktris cantik Jennifer Connelly, yang apik memerankan Maddy Bowen, wartawan Amerika yang kuat dan juga cerdas, dimana dia harus membantu dalam pencarian keluarga  Solomon dan sekaligus berlian yang diinginkan oleh Archer.

Sekali lagi gw dibuat tersentuh dan sedih dengan keadaan Afrika yang menjadi set film ini. Setelah sebelumnya, gw udah pernah liat situasi konflik yang membawa kesengsaraan bagi negara dan rakyatnya, melalui film-film seperti Hotel Rwanda, Lord of War, dan masih banyak lagi. Kenyataan tragis yang membuat gw memejamkan mata dan mengelus dada.

Situasi yang amat kacau-balau di negara yang sebetulnya kaya akan sumber daya alam, termasuk berlian, namun amat miskin karena perang berkepanjangan. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa bersenang-senang dari kekacauan ini, entah itu pemimpin yang mendapat keuntungan secara materi dari konflik sehingga dia juga terus dapat memimpin atau seorang pedagang senjata seperti Archer ini yang mendapatkan banyak uang dengan memanfaatkan perang. Mereka yang pandai mendapatkan banyak uang dari konflik yang sebenarnya membuat rakyat menderita, kenyataan pahit dan memilukan yang dapat dilihat difilm ini.

Gw sih jujur nga pernah bosen untuk menonton film Blood Diamond ini, pelajaran yang bisa kita ambil dari film ini amat berharga. Selain emang filmnya bagus, penuh pesan moral, gw juga punya kenangan pribadi di film yang berdurasi 143 menit ini. Cuma nga mungkin-lah gw ungkapin disini, kan udah gw sebut sebagai “kenangan pribadi”. Hahahahahaha. Gw amat-sangat merekomendasikan untuk nonton film yang gw rating dengan nilai 4 bintang dari 5, enjoy then!!!!

 

Thanks! Silahkan baca review/artikel lainnya:

Review - Aach... Aku...
Review - Ada Apa Den...
Review - Warkop DKI ...
Review - Under the S...